GO UP

Profil: Patricia Urquiola, Desainer Legendaris yang Percaya Kekuatan di Luar Teknologi

PATRICIA URQUIOLA: ARSITEK, DESAINER, DAN ART DIRECTOR CASSINA

 

Banyak pencinta desain dan para pelaku industri yang terinspirasi dengan karya-karya Patricia Urquiola yang mengesankan. Dengan bahasa desainnya yang kuat, detail, dan permainan warna, bentuk dan material, nama Patricia begitu mengharumkan di dunia desain, berkolaborasi dengan merek furnitur terkenal seperti Kartell dan Cassina. Kami berbincang-bincang dengannya baru-baru ini untuk membicarakan tentang ketertarikannya pada desain furnitur dan arsitektur, dan juga kreasi terbaru darinya.

 

Seberapa sering perjalanan Anda menginspirasi desain Anda?

Saya tidak berpikir awal dari sebuah proyek selalu berasal dari inspirasi ketika melakukan perjalanan atau sesuatu yang terjadi dalam hidup saya, tapi kali ini untuk Sofa Floe Insel, memang. Inspirasi datang dari situasi yang terjadi di tiap harinya, seperti sebuah emosional atau musik; ada banyak alasan untuk memulai sebuah proyek.

Anda telah mendesain segala hal, mulai dari furnitur, perlengkapan makan, hingga karpet. Tantangan terbesar apa yang Anda hadapi saat mendesain produk tersebut?

Tidak ada yang begitu menantang saat merancang. Saya pikir desain adalah sebuah latihan pengamatan dari perilaku manusia; mengerti akan kebutuhannya, sikap, dan perubahan di dalam masyarakat. Itu seharusnya bukan sesuatu selalu diorientasikan kepada konsumen. Faktanya, pelanggan hari ini lebih peduli dengan komunikasi. Orang-orang mengerti akan arti kualitas, seperti penggunaan bahan yang bagus, proses rancangan, dan teknologi yang digunakan. Saat ini, yang terpenting adalah memikirkan tentang penyampaian desain–menjadi terbuka dalam berpikir.

 

 

Anda paling suka mendesain produk apa?

Saya menyukai mendesain karpet!

Mengapa karpet?

Sebagai contohnya, jika Anda berada di taman dan Anda meletakkan sebuah karpet di bawah, Anda sudah memiliki ruang! Kapan pun seseorang bertanya pada saya, ruangan yang paling saya sukai, saya tidak tidak dapat menjawabnya. Bagi saya, karpet sudah cukup mewakili sebuah ruang; seperti halnya shelter. Saat ini, konsep shelter bukan lagi persoalan atap. 

 

Beam Sofa, salah satu karyanya untuk Cassina

Geometri atau lengkungan?

Bisa saya katakan, tidak keduanya. Tiap proyek memiliki sebuah konsep dan sebuah ide. Anda memiliki tujuan di dalam pikiran, yang mana yang ingin Anda terjemahkan. Saya rasa ini tidak membutuhkan tampilan spesifik. Itu tergantung pada ide konseptual. Riset datang sendirinya berdasarkan konsep. Saya ingin proyek saya memberikan rasa nyaman dan sehat, dengan beberapa inovasi dan inspirasi yang mencerminkan dasar dan prinsip saya.

Seberapa sering Anda melibatkan teknologi terbaru dalam sebuah desain?

Saya tidak percaya bahwa teknologi dapat menyelesaikan segalanya. Ada banyak hal yang menawarkan sudut pandang baru. Seperti dengan menciptakan respons emosional atau sensasi. Saya selalu memberi tahu siswa dan desainer yang berasal dari negara yang teknologinya kurang maju, bahwa mereka dapat mengambil inspirasi dari masyarakat, kebudayaan, dan pendidikan. Aspek-aspek ini mungkin saja lebih berpengaruh daripada teknologi.

Trama, karyanya untuk Kartell

Anda banyak menggunakan banyak warna pada desain Anda. Bagaimana Anda menggunakannya untuk karya Anda?

Saya tidak takut dengan variasi warna. Saya selalu terinspirasi dengan energi yang diberikan warna untuk saya. Warna, permukaan, pola dan tekstur–saya ingin tahu tentang semuanya. Bagi saya, warna penting, tapi itu juga berkaitan dengan cahaya. Warna sangat reaktif terhadap cahaya–dengan atau tanpa kehadirannya.

                Itu juga tergantung dari materialnya. Contohnya, jika ada satu benda yang kaya akan warna, tapi sangat reflektif permukaannya, itu akan memberikan tampilan yang berbeda. Saat memilih warna, ini bukan lagi soal hasil warnanya, tapi faktor lain ikut mempengaruhinya.

Apa furnitur favorit Anda?

Kami memiliki kursi Gender di studio, dan ia merupakan simbol hubungan awal saya dengan Cassina. Ini produk yang saya sukai, karena mengangkat topik gender, dan ide kursi berasal dari bentuk dan ekspresi yang berbeda, tergantung bagaimana Anda mempersonalisasnya.

Sebutkan salah satu proyek di Asia yang memuaskan buat Anda?

Saya senang berpartisipasi dalam Hotel Oasia Downtown (Patricia bekerja sama dengan arsitek Singapura Woha dalam proyek ini). Proyek yang menarik karena ini adalah demonstrasi dari kolaborasi kesuksesan antara desainer dari dua sisi dunia yang memiliki persamaan visi. Jika menghadirkan kembali saat ini, saya membayangkan akan seperti apa jika gedung-gedung sekelilingnya dipenuhi dengan tanaman tropis. Saya berharap nantinya Singapura banyak penghijauan, gedung-gedung tropis. Saya senang menjadi bagian dari proyek yang merepresentasikan kemajuan kota dengan cara yang berbeda.

 

teks DOMENICA TAN. alih bahasa IFAH LESTALUHU. editor FIVI ANJARINI. foto SPACE FURNITURE.