GO UP

Ketika Hunian Lama Menemukan Pesonanya Kembali

 

 

WHO LIVES HERE Pasangan muda yang bekerja di dunia kreatif.

HOME Rumah dua lantai di area Cilandak, Jakarta Selatan.

SIZE 553,6 m2 (luas tanah),  289 m2 &  220 m2 (luas bangunan lantai 1 dan 2).

                     

Siapa menyangka hunian yang dulu terkesan menyeramkan, kini wajahnya berubah total sejak direnovasi. Menjadi lebih hangat dan membawa atmosfer segar di setiap sudut yang dulunya gelap dan dinilai seperti tidak ada kehidupan. Semuanya ini tidak lepas dari peranan Nimara Architects yang membantu pasangan Milenial Yuriza dan Milica untuk mewujudkan hunian impian, setelah sebelumnya mengerjakan desain rumah orang tua sang pemilik rumah di Menteng, Jakarta Pusat.

Pemilik rumah yang gemar traveling dan menyukai view alam ini menginginkan suasana rumah yang tidak membosankan, natural, dan instagrammable. Terlebih Yuriza bekerja di bidang kreatif menginginkan segala sesuatunya terlihat dinamis namun tetap nyaman. Sementara Milica menyukai warna hijau yang menurutnya segar sekaligus menenangkan.

 

 

 

“Karakter desain kami sejujurnya sangat modern, tektonik, dan massive. White, clean, abstract, open space, dan sangat skalatis karena ini penting ketika ingin menciptakan kejutan-kejutan pada setiap ruang. Lalu, dikombinasi ketertarikan pemilik rumah yang senang dengan warna-warna alami–hijau, daun, atau warna sejuk lainnya. Hasilnya menciptakan perpaduan interior yang cozy,” kata Rabani Kusuma Putra, Principal Architect Nimara Architects.

 

 

Berbagai perubahan pun dilakukan, baik perubahan eksterior maupun interior, termasuk penambahan dapur, foyer, dan perubahan taman dari area pepohonan dan semak-belukar yang sebelumnya lebih menyerupai hutan di sisi kiri dan kanan rumah. Selain itu juga, sisi samping diberi tambahan ruang makan outdoor yang kini menjadi salah satu tempat favorit pemilik rumah saat menghabiskan waktu bersama sanak saudara maupun teman-teman yang sedang berkunjung.

 

Perubahan yang paling menarik adalah di kamar tidur utama, dengan private garden yang memisahkan kamar dengan master bathroom. Private garden tersebut memiliki void terbuka melihat ke langit, sehingga ketika hujan turun maupun angin mengalir akan terasa menyejukkan dan menyegarkan ruang-ruang di sekitarnya. Saat cuaca cerah pun area ini sungguh indah bermandikan sinar matahari, terlebih pasangan muda ini sangat menikmati aktivitas mereka di kamar mandi, berendam di bathtub sambil memandangi langit di atasnya. Dan seperti menemukan ritme dan pesonanya kembali, hunian ini kini jauh lebih nyaman dan menyenangkan untuk beraktivitas setelah delapan bulan melewati proses renovasi.

 

Walaupun tidak sedikit perubahan di rumah ini, ada hal-hal yang tetap dipertahankan, seperti kolam ikan dan kolam renang yang memang disukai oleh pemilik rumah karena memiliki unsur air yang menenangkan. Hanya sedikit perubahan di area kolam renang, di mana dinding pinggirnya ditinggikan agar air permukaan kolam tampak penuh.

Bentuk tanah yang trapesium bagi Nimara Architects justru memberikan sebuah tantangan sekaligus memudahkan untuk menciptakan bentuk denah yang organis/tidak monoton. Hal ini memberikan efek-efek kejutan pada sirkulasi di dalam ruangan, misalnya saat berjalan dari koridor satu ruang menuju ruang yang lain akan terlihat sudut pandang megah. Dan layaknya rumah tropis, bangunan ini didesain berada di tengah-tengah site, sehingga dinding rumah tidak berdempetan dengan rumah tetangga, sehingga sirkulasi udara dapat bergerak bebas mengelilingi rumah. Di samping itu cahaya matahari mampu menembus setiap sisi rumah. Alhasil, rumah ini pun menjadi hunian yang menyehatkan dan menyegarkan bagi pemiliknya.

 

teks FIVI ANJARINI fotografi DOK. NIMARA ARCHITECTS (FIETTER CHALIM)