GO UP

People : Zulkifli Yuanata - Young Talents

+

 

Ruang tunggu ‘Archipelago Theatre Indonesia’ yang terinspirasi dari rumah adat Minangkabau. Interiornya terdiri dari bawak leveling yang menandakan tingkat hierarki. Bentuk kontur menyerupai Lembah Anai (Bukittinggi, Padang).

Meski baru berusia 23 tahun tidak menjadikan Zulkifli Yuanata berkecil hati dalam berkarya. Hal ini dibuktikannya ketika mengikuti suatu ajang kompetisi dan bersaing dengan para desainer muda dari 13 negara di tingkat Asia. Kesempatan mengikuti ajang Asia Young Design Award AYDA) ini tentu tidak disia-siakan oleh Zulkifi. Ia berhasil memboyong piala emas untuk kategori desain interior dengan karyanya yang bertajuk ‘Archipelago Theatre Indonesia’ yang terinspirasi dari tanah kelahirannya, Padang.

Simak hasil wawancara tim Home & Décor dengannya beberapa waktu lalu:

 

Kapan awal mula Anda tertarik pada Desain Interior?

Sejak dulu saya memiliki cita-cita sebagai arsitek atau menjadi seniman. Saat kuliah, saya memutuskan untuk memilih Jurusan Desain Interior di fakultas Seni Rupa Desain ITB, setelah merundingkannya bersama keluarga, sahabat, dan guru. Karena menurut saya, desain interior memiliki potensi lebih untuk mengembangkan apa yang saya miliki. Di lain hal, saya juga bisa mewujudkan cita-cita saya, di interior saya dapat menjadi seorang arsitek sekaligus seorang seniman, dan menghasilkan karya yang dapat saya pertanggungjawabkan. Saya juga menyadari desain interior tidak cuma desain ruang. Kita dapat mempelajari psikologi manusia, untuk dasar kita menentukan konsep desain.

Bentuk visualisasi panggung teater bertema ‘Archipelago Theatre Indonesia’ karya Zukilfi dalam ajang AYDA

Pengalaman yang Anda pelajari setelah mengikuti kompetisi AYDA selama di Malaysia?

Selama di sana, saya dapat bertemu dengan teman-teman dari negara yang berbeda-beda dan juga pengalaman yang berbeda-beda pula. Di sana juga banyak workshop dan presentasi yang diadakan oleh juri-juri dari negara lain untuk membekali kita ilmu tentang interior, desain, serta konsep yang baik seperti apa. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan saat mengikuti kompetisi AYDA.

 

Apa keistimewaan dari karya Anda yang bertajuk ‘Archipelago Theatre Indonesia’?

Keunggulan karya saya, karena saya menggabungkan konsep futuristik dan tradisional, dalam mengkreasikan budaya Indonesia, dan mungkin itu menjadikannya istimewa di mata para juri.

 

Kontribusi yang ingin sekali Anda persembahkan untuk Indonesia?

Ke depannya ingin mencipkankan karya-karya dengan menggunakan unsur-unsur etnik Indonesia. Dan saya ingin menciptakan karya seperti suatu fasilitas untuk melestarikan budaya Indonesia, terutama Minangkabau.

 

 

 

 

wawacara IFAH LESTALUHU foto DOK. PRIBADI ZULKIFLI