GO UP

Prestasi Andra Matin di Venice Architecture Biennale 2018

+

 

Andra Matin

Dalam acara penghargaan di ajang Venice Architecture Biennale 2018  (16th International Architecture Exhibition) yang berlangsung sejak 26 Mei 2018 lalu di Ca’ Giustinian, Venesia,  arsitek senior Indonesia  Andra Matin mendapat penghormatan ‘Special Mention’ dari juri karena hasil karyanya yang bertajuk Elevation. Juri menilai instalasi Andra Matin penuh dengan sensitivitas yang menyajikan kerangka kerja yang mampu merefleksikan material dan bentuk dari struktur suku tradisional Indonesia. 

                

Beberapa maket rumah tradisional Indonesia karya Andra Matin

 

Instalasi rumah Suku Korowai di Papua

Dalam karyanya Elevation ini, Andra Matin mempresentasikan beragam arsitektur lokal berupa instalasi rumah tradisional yang berada di garis ekuator, tersebar dari Sabang sampai Merauke yang berjarak lebih dari 5000 km, di mana secara natural menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dengan persebaran pulau Indonesia yang luas tersebut, konstruksi rumah tradisional yang telah teruji oleh waktu ini sudah mengalami perubahan yang menyesuaikan dengan kondisi cuaca, alam, kepercayaan, norma sosial, dan ketersediaan material yang ada. Melalui pendekatan ini, terungkap dengan jelas bahwa kearifan lokal masyarakat terbentuk sebagai bentuk sikap dalam menyesuaikan diri dengan alam, lingkungan, dan tradisi. Hal ini merepresentasikan orisinalitas pemikiran manusia yang luar biasa sehingga memunculkan kemampuan teknis manusia yang membentuk hunian yang berbeda-beda.

 

             

Jenjang anak tangga yang merepresentasi jarak hunian suku di Indonesia dengan jejak tanah

 

Melalui instalasi yang dibuatnya yang bertempat di Arsenale Corderie, Italia, Andra Matin mengambil pendekatan rumah tradisional berdasarkan jarak pijakan tanah. Pengunjung pameran dibawa ke dalam bangunan berdinding anyaman untuk menelusuri beragam instalasi hunian suku-suku di Indonesia. Pada jarak pijakan tanah 0 cm adalah hunian suku Dani di Papua. Selanjutnya pada pijakan tanah berjarak 30–60 cm, menggambarkan rumah suku Jawa dan Bali. Lalu, tangga berikutnya pada jarak tanah  1,6 meter merepresentasikan rumah suku Warebo di Nusa Tenggara. Dan terakhir, pada ketinggian 2–3 meter menggambarkan hunian suku Koroway di Papua. Instalasi anyamannya menggambarkan ciri khas keterampilan khas bangsa Indonesia dengan menggabungkan modernitas mengenai pemahaman yang mendalam tentang hunian tradisional.

 

                 

Instalasi Andra Matin di Venice Architecture Biennale yang bertempat di Arsenale, Italia

 

Selain Andra Matin, juri yang terdiri dari Sofía von Ellrichshausen (President of the Jury, Argentina), Frank Barkow (Amerika Serikat), Kate Goodwin (Australia), Patricia Patkau (Kanada), Pier Paolo Tamburelli (Italia) juga memberi pengharagaan ‘Special Mention’ untuk Rahul Mehrotra (Mumbai, India; Boston, USA) dari RMA Architects yang karyanya dapat disaksikan di Central Pavilion, Giardini. Karya Andra Matin dan yang lainnya ini masih dapat disaksikan selama perhelatan arsitektur Venice Architecture Biennale 2018 berlangsung hingga 25 November 2018 mendatang di dua tempat, yaitu Giardini dan Arsenale, Italia. 

 

teks FIVI ANJARINI foto FRANCESCO GALLI/DOK. LA BIENNALE DI VENEZIA sumber WWW.LABIENNALE.ORG, WWW.ANTARANEWS.COM