GO UP

Para Desainer Muda Berbakat di IMM Cologne 2018

Melihat  836 produk yang diikusertakan oleh 671 desainer dari 53 negara, kontes ini merupakan ajang pembuktian bagi desainer muda dari seluruh penjuru dunia.

Di dalam ajang IMM Cologne 2018 diadakan kontes desain bergengsi kelas dunia yang sudah memasuki tahun ke-15. Kompetisi desain ini diikuti oleh mahasiswa dan desainer dan pekerja kreatif muda lulusan universitas yang tersebar di seluruh dunia. Di kursi penjurian terdapat juri-juri yang sangat kompeten yang berasal dari berbagai bidang terkait, sepeti  Sophie Lovell (jurnalis, Berlin), Rianne Makkink (desainer, Studio Makkink & Bey, Rotterdam), Tobias Lutz (Managing Director dan perndiri Architonic AG, Zürich), Sebastian Herkner (desainer, Offenbach), dan Harry Paul van Ierssel (desainer, Studio Harry & Camila, Barcelona).

Kali ini desain kontes mengangkat tema “interaksi antara pengguna dan furnitur” untuk menekankan kembali betapa pentingnya hubungan antara manusia dengan obyek. Dari 800 produk yang berpartisipasi, terpilihlah 20 nominasi.  Dan pada 15 Januari 2018 lalu, diumumkanlah pemenangnya, yaitu juara pertama Yohay Alush, juara kedua tim Alissa Arends, Leon Bucher, dan Yelim Kim, serta juara ketiga Julien Manaira.

 

THE WINNERS

Berikut adalah ulasan ketiga pemenang IMM Cologne 2018 yang karya-karyanya yang orisinal dan kreatif: 

1. "Nocturnal Beasts" karya Yohay Alush, Israel


foto ALUSH-KOELNMESSE

Alush membuat furnitur outdoor yang begitu jenius untuk menciptakan ruang baru bagi genarasi muda. Kebiasaan remaja yang suka menyetel musik di ponselnya menjadi fokus perhatian Alush. Karenanya, ia membuat bench Paca perpaduan dari beton dan metal dengan pengeras suara agar pengguna dapat berbagi musik di ponselnya dengan teman mereka. Selain itu, ia juga membuat bench Bentz dengan tungku api sehingga bila tempat duduk pun terasa hangat saat udara dingin bila tungku api digunakan. Alush juga membuat lampu Moe yang akan menyala jika pedal di bagian bawahnya  digerakkan, layaknya mengayuh sepeda. Karenanya, Beast semakin ‘hidup’ di malam hari. Musik, lampu, dan kehangatan–baginya itulah yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah energi sosial.

 

2.  "Fold it" karya Alissa Arends, Leon Bucher, dan Yelim Kim, Jerman


foto ARENDS, BUCHER, KIM/KOELNMESSE

 

Mudah dilipat, dipindahkan, dan dikemas. Demikianlah deskripsi yang tepat untuk menggambarkan meja yang dibuat untuk siswa oleh tim dari Weimar Bauhaus University. Terbuat dari material sederhana, yaitu multipleks dan pipa baja yang dapat diubah bentuknya dengan mudah dan cepat, dilipat untuk menghemat tempat, dan dibawa di ruang terbuka. Bagian atasnya dapat diangkat juga jika ingin dibawa saat ingin berpindah tempat.

 

3. "The once liquid plastic" karya Julien Manaira

   
foto MANAIRA/KOELNMESSE

Melalui proyeknya ini, Manaira membuat proses produksi rak ini menjadi terlihat oleh orang-orang dan memberi  ruang terbuka  bagi partisipasi individu selama produksi. Rak dibuat dengan menuangkan resin epoksi ke cetakan lapisan per lapisan, di mana faktor waktu memainkan peran yang sama pentingnya dengan peran individu ketika melakukan proses pencetakan.


SPECIAL MENTIONS

Selain ketiga pemenang, juri juga secara spesial memberi perhatian khusus kepada ketiga nominasi berikut ini.

1. "Liga" karya Matthieu Muller dan Pierre Alexandre Cesbron, Prancis

 


foto MULLER, CESBRON / KOELNMESSE

Special Mention pertama diduduki oleh tim kolaborasi ENSCI Les Ateliers/Cesbron dan Design Academy Eindhoven/Muller. Proyeknya adalah rangkaian furnitur multifungsi dari metal yang terdiri dari sebuah kotak, lemari samping tempat tidur, dan coffee table , yang ketiganya dapat berfungsi juga sebagai tempat penyimpanan. Dua penutup diikat dengan menggunakan tali nilon elastis yang berfungsi sebagai sambungansehingga dapat dilipat dan dibuka secara terpisah saat ingin menyimpan sesuatu di dalamnya serta ditutup untuk difungsikan sebagai furnitur.

 


2. "Varjo" karya Umberto Garcia, Italia

 
foto GARCIA/KOELNMESSE)

Ide desainer produk berdarah campuran Italia, Finlandia, dan Kolombia ini tentang pencahayaan yang dapat diatur mendapat Special Mention kedua dari juri. Varjo yang bermakna bayangan dalam bahasa Finlandia ini merupakan sistem pencahayaan yang terbentang antara langit-langit dan lantai yang terdiri dari enam ring berukuran berbeda, di mana dua ring atas bawah tetap pada tempatnya, sementara keempat ring lainnya dapat dinaik-turunkan melalui bahan tekstil elastis. Dengan menggerakkan ring, bentuk dan bayangan cahaya menjadi berbeda-beda.  

3. "Hyperreal" karya Pia Regenbrecht, Jerman 


     
foto REGENBRECHT/KOELNMESSE

 

Rangkaian produk yang mendapat Special Mention ke-3 ini menyoroti hilangnya batasan antara ruang dan waktu dengan mempertanyakan tentang kebiasaan sehari-hari melalui furnitur dengan fungsi yang berlawanan. Regenbrecht, sang desainer, ingin menguhungkan kembali kehidupan sekarang dan saat ini. Seperti yang terlihat pada meja kayu yang merepresentasikan "Produktivitas >< Disfungsi" yaitu ketika obyek menjadi difungsional saat diubah posisinya, jam mereprentasikan "Masa depan >< Masa sekarang" di mana jam tersebut hanya terbaca dari satu sudut saja, dan lembaran cermin menggambarkan "Fokus pada diri sendiri>< Keadaan sekitar" yaitu cermin yang memberi pantulan untuk melihat diri sendiri atau atau mengarahkan pandangan ke lingkungan sekitar.

                            

teks FIVI ANJARINI
sumber: IMM-COLOGNE.COM, DESIGNBOOM.COM, DEZEEN.COM