GO UP

INACRAFT 2018

+
Ajang temu para pengrajin seluruh Indonesia berskala internasional

Sebagai salah satu negara dengan penghasil kerajinan tangan yang paling melimpah dan ahli, Indonesia telah menunjukkan pengrajin terbaik mereka di beberapa acara; salah satu yang terbesar adalah Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT). Tahun lalu, pameran tersebut menampilkan lebih dari 500 peserta pameran dari berbagai industri kerajinan. Melaksanakan kampanye pelestarian budaya dan modernisasi ekonomi dunia, INACRAFT memastikan keutamaan, keaslian, serta menjunjung tinggi kualitas prima dari produk yang ditampilkan dalam pameran. Pameran ini bertujuan meningkatkan bisnis pengrajin lokal dan menjaga seni mereka tetap hidup. Jakarta International Handicraft Trade Fair 2018 dijadwalkan diselenggarakan selama 5 hari dari 25 April - 29 April 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Acara ini merupakan ke-20 kalinya diadakan sejak tahun 1999.

Untuk tahun ini, penyelenggaraan pameran  diikuti oleh 1.410 booth yang diisi oleh 1.700 peserta dari seluruh pelosok tanah air yang terdiri dari para pengrajin, pengusaha, produsen, dan eksportir kerajinan, dan produk-produk kerajinan dari beberapa negara sahabat juga ikut menyemarakkan pameran. Seperti Jepang, Polandia, Uzbekistan, Korea Selatan, dan beberapa negara anggota ASEAN tergabung dalam AHPADA (ASEAN Handicraft Promotion & Development Association).

Acara ini diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Muhammad JusufKalla, di dengan  Sumatra Utara sebagai IKON pameran dengan tema“The Loftiness of North Sumatra” mendampingi tema keseluruhan dari INACRAFT “Colouring the World”. Disamping, menampilkan produk kerajinan, ikon provinsi, diisi juga dengan acara pembukaan seperti pagelaran kesenian, seni musik dan hiburan budaya berupa tari-tarian selama pameran.

Bapak  Thamrin Bustami, Ketua Umum ASEPHI menyampaikan keistimewaan pelaksanaan INACRAFT pada tahun ini adalah ASEPHI menerbitkan buku sejarah 20 tahun perjalanan  INACRAFT dari 120 booth di tahunpertama (1999) hingga menjelma menjadi lebih 1400 booth. Selain itu ada special booth dariExtended Program Anggota ASEPHI yang mengikuti Short Course Australia Award: International Business Readiness for Jewellery Design atas dukungan DFAT Australia. Dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang dengan menampilkan kesenian dan display produk kerajinan kolaborasi Indonesia dengan Jepang. ASEPHI juga memberikan perhatian khusu dengan memberikan fasilitas promosi kepada Craft Banten dan Komunitas Diffabel dari Kriya Mata Kuching Bandung.

Tahun 2019, acara INACRAFT 2019,direncanakan DKI JAKARTA sebagai IKON pameran serta Negara Maroko akan menjadi ‘The 1st Country of Honour’ yang didukung oleh Ministry of Tourism, Air Transportation Handicraft & Social Economy, Kingdom of Morroco.

 

 

TEKS Dinda Bestari FOTO DOK. Dinda Bestari & Inacraft