GO UP

People: Eva Natasa

+

Bakat dan kreatifitasnya terlihat sejak usia dini, suka mendesain sesuatu dan lebih suka membuat sesuatu yang kreatif, Eva Natasa mendapatkan gelar Master di Desain Industri dari Instituto Europeo di Design di Milan Italia. Karya-karya desainnya dipatenkan perusahaan besar dunia seperti 3M untuk perlengkapan keseharian telah dimanfaatkan banyak orang di dunia, mungkin termasuk kita.

Penggemar desainer Isle Crawford ini memiliki fakta menarik yang belum banyak diketahui orang, yaitu suka memasak dan merajut, mungkin dianggap sesuatu yang sederhana, namun itulah yang kemudian tercermin dalam karya-karya desainnya, sederhana, elegan dan tahan lama. Pada tahun 2013, Eva memutuskan untuk mengubah visinya menjadi kenyataan dengan meluncurkan merek furniturnya sendiri Eva Natasa di Indonesia. Eva Natasa adalah puncak dari hasrat, filosofi, dan etos desain yang kuat, bersamaan dengan rasa hormatnya terhadap akarnya di Indonesia.

Tim Home & Decor berhasil memawancari sekilas seorang Desainer Industrial ternama yang bangga dan cinta terhadap Indonesia.

Adakah cerita tentang produk/label Anda, dan sedikit cerita latar belakang di balik nama (brand) tersebut?

Sebagai desainer industri sebenarnya saya kurang suka menjadikan nama saya sebagai nama brand, karena saya lebih terbiasa bekerja di belakang layar saja, tetapi ternyata mencari nama brand itu susah sekali, ketika saya harus meluncurkan brand saya kesulitan mencari nama. Teman-teman kemudian menyarankan untuk memakai nama saya sendiri saja karena mereka lihat produk-produk yang saya buat sangat mirip dengan kepribadian saya sendiri, jadilah akhirnya saya memakai nama sendiri untuk brand. Walaupun kadang saya masih merasa aneh ketika melihat nama saya dipajang di suatu tempat dimana produk saya dijual.

 

Apakah Anda masih mengingat proyek pertama Anda? Dan adakah pengalaman yang paling berharga yang Anda rasakan saat proses pengerjaannya?

Proyek pertama desain industri yang saya ingat adalah ketika masih bekerja di studio desain di Milan, kita harus mendesain sapu pel untuk perusahaan di Amerika. Sapu lep adalah sesuatu yang kalau di Indonesia dianggap remeh, tetapi ternyata proses mendesainnya begitu detail, kita sampai harus mengetes ketebalan busa yang mana yang paling efektif untuk menyerap air, juga bagaimana posisi cara memegang gagang sapu tersebut biar bisa mencapai sudut-sudut yang susah dibersihkan. Ternyata dibalik barang-barang ‘tanpa nama’ yang kita gunakan sehari-hari, ada desainer-desainer industri yang bekerja keras untuk menciptakannya.

Apa pencapaian terbesar yang Anda dapatkan hingga membuat terkesan dan tak terlupakan?

Pencapaian terbesar adalah ketika melihat orang senang dan puas memakai barang yang kita desain walaupun tidak mengetahui bahwa kitalah yang mendesain barang tersebut.

Adakah proyek/produk yang sedang dikerjakan sekarang/dalam waktu dekat ini? Bisakah Anda berbagi cerita dengan kami?

Kita sedang mendesain koleksi berikutnya, membangun studio yang baru untuk mengakomodasi tim yang lebih besar, sedang ada proyek kursi untuk satu perusahaan di Indonesia yang akan diproduksi dengan skala industri dan sekarang sedang tahap prototyping.

 

www.enatasa.com.