GO UP

Art Stage Jakarta 2017 meneguhkan Jakarta sebagai tujuan seni Internasional.

+

Pembukaan Art Stage Jakarta 2017 ditandai dengan pemotongan pita

 

Pameran seni premium Indonesia berskala Internasional menutup edisi keduanya pada hari Minggu, 13 Agustus 2017 lalu dengan pencapaian bagus. Pada pameran tersebut terlihat antusiasme pengunjung yang semakin meningkat serta pernjualan karya seni yang kuat di semua level sejak hari pertama pelaksanaan pameran. Bersamaan dengan perpanjangan ke Gandaria City Mall dalam bentuk The Art Square, Art Stage Jakarta berhasil menyedot pengunjung dengan total 52,240 orang sejak hari Rabu, 9 Agustus ketika The Art Square dibuka, sampai dengan 13 Agustus ketika pameran tersebut ditutup.

       Lorenzo Rudolf, selaku Founder dan President Art Stage mengungkapkan, "Edisi kedua dari Art Stage Jakarta telah sukses besar berkat kerja sama dan kemitraan hebat yang kami miliki dengan dunia seni Indonesia. Hubungan ini didasarkan pada kepercayaan yang kuat dan tak tergoyahkan yang telah tumbuh antara penyelenggara pameran dan para pelaku dunia seni Indonesia. Art Stage Jakarta telah berhasil membangun jembatan antara Indonesia dan dunia seni internasional yang telah membantu memperkuat atmosfir global dan panggung seni terbesar dan di Asia Tenggara."

       Pameran Art Stage Jakarta tahun ini mampu menghadirkan 60 garleri, 24 galeri dari Indonesia serta 36 geleri dari Internasional, diantaranya Nadi Gallery, Semarang Gallery, ROH Projects, D Gallerie, Rachel Gallery, Mizuma Gallery, Tomio Koyama Gallery, OTA Fine Arts, ShugoArts, The Drawing Room, Artinforma, Sullivan+Strumpf, Edouard Malingue Gallery, Wei-Ling Gallery, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pameran ini juga menyertakan sebuah proyek seni interaktif khusus Indonesia yang berkumpul pada Double Deer terdiri dari seniman dan musisi Indonesia yang berkarya pada persimpangan bidang seni, musik dan sains.

       Selain galeri yang dipamerkan di fairground di Sheraton Hotel Grand Indonesia, 27 peserta pameran lain juga mempresentasikan karyanya di The Art Square, yang berlangsung di Gandaria City Mall. Sebagai pameran yang misinya adalah untuk menumbuhkan panggung seni Indonesia, bagian baru pameran ini menawarkan institusi seni, organisasi, kelompok seni, galeri muda, pusat pendidikan dan kelompok nirlaba yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pameran seni. Pameran Young Collectors, Spirit Today, juga berlangsung di Gandaria City Mall yang juga menjadi daya tarik pengunjung untuk melihat karya koleksi lima kolektor Indonesia - Arif Suherman, Wiyu Wahono, Nicholas Tan, Indra Leonardi dan Tom Tandio.

       Untuk pertama kalinya Jakarta menyuguhkan Art Stage Jakarta Week, yang memamerkan seni di luar arena pameran. Art Stage Jakarta Week mengumpulkan berbagai kegiatan bersama dalam seminggu untuk merayakan seni. Dengan pameran sebagai acara utama, Art Stage Jakarta Week memposisikan dan mempromosikan Jakarta sebagai tujuan seni. Organisasi yang berpartisipasi termasuk institusi budaya seperti Istituto Italiano di Cultura, Institut Français d'Indonésie dan Erasmus Huis; museum seperti Galeri Nasional Indonesia, seni: satu museum baru, Museum MACAN dan Museum Seni Rupa & Keramik; Serta department store Prancis yang terkenal, Galeries Lafayette.

       Selain itu Art Stage Jakarta juga menghadirkan pengukuhan Indonesian Award yang dinilai dari segi Authenticity, Leadership, Excellence, Quality, Seriousness pada sebuah karya seni. Penghargaan ini merupakan penghargaan tas legitimasi yang terbaik dari industri seni Indonesia, mengakui kreativitas, semangat, komitmen, gagasan dan konsep yang luar biasa dari dunia seni rupa Indonesia. Juga dikenal sebagai ALEQS, penghargaan tersebut membawa penyatuan seluruh penjuru dunia seni Indonesia. Ini adalah salah satu inisiatif utama oleh Art Stage Jakarta untuk mendorong dan mendukung panggung seni lokal dan untuk membantu meningkatkan tingkat keseriusan dan profesionalisme.

      Sebanyak 13 penghargaan dihadirkan pada sebuah Gala Award Ceremony di Institut Francais d’Indonesie pada 10 Agustus. Artis Terbaik diberikan kepada Melati Suryodarmo, Artis Muda Terbaik untuk Aditya Novali, Kurator Terbaik untuk Enin Supriyanto, Kurator Muda Terbaik untuk Grace Samboh, Galeri Terbaik dan Galeri Muda Terbaik untuk ROH Project, Institusi Seni Terbaik kepada IVAA (Arsip Seni Rupa Indonesia) Pameran Terbaik kepada 17/71: Goresan Juang Kemerdekan, Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia, 2-30 Agustus 2016 (Kurator: Mikke Susanto & Rizki A. Zaelani. Didukung oleh Galeri Nasional Indonesia, Sekreatriat Negara RI, BEKRAF, Seni Mandiri ), Kolektor Terbaik untuk Haryanto Adikoesoemo, Kolektor Muda Terbaik untuk Tom Tandio, Publikasi Seni Terbaik untuk Martin Suryajaya, judul buku: Sejarah Estetika: Era Klasik Sampai Kontemporer Penerbit: Gang Kabel dan Indie Book Corner, 2016 dan S. Sudjojono, judul buku: Cerita Tentang Saya dan Orang-orang di Sekitar Saya, penerbit: KPG Pusat, Jakarta & S. Sudjojono, 2017. Penghargaan Prestasi Hidup untuk Jim Supangkat (kurator), Sunaryo (seniman) dan Ir. Ciputra (kolektor). Penghargaan Bhinneka, penghargaan sosio-politis signifikan diberikan kepada Industri Seni Jatiwangi.