GO UP

Memulai gerakan anti kantong plastik, kita hanya perlu mengubah cara pandang dan kebiasaan menggunakan plastik.

+

Bahaya limbah plastik bukan omong kosong. Telah banyak penelitian membuktikan dahsyatnya limbah plastik mendatangkan bahaya termasuk potensi negatifnya dalam mendegradasi lingkungan. Hal yang pasti adalah dampak negatif sampah plastik jauh lebih besar dari fungsinya. Butuh waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai dengan sempurna.
Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, hingga depresi.
Bagi lingkungan, kantong plastik juga mengakibatkan banjir, karena menyumbat saluran-saluran air dan tanggul sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk. Kantong plastik juga menjadi salah satu penyebab perubahan iklim utama di mana sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi.
Setiap tahun, sekitar 500 miliar hingga satu triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya dan lebih dari 17 miliar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya.
Menanggapi bahaya limbah plastik, berbagai negara di dunia mulai melarang penggunaan kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda yang sudah secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sejumlah negara lain juga mulai mengurangi penggunaan kantong plastik di antaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan.
Di Singapura, sejak April 2007 telah berlangsung kampanye "Bring Your Own Bag" digelar oleh The National Environment Agency (NEA). Pemerintahan Cina juga telah mengeluarkan rancangan undang-undang mengatasi kantong plastik dan reaksi yang telah disiapkan antara lain pelarangan penggunaan tas plastik di department store. Para pembeli akan dikenakan bayaran untuk kantong plastik dan akan diberlakukan standardisasi produksi tas plastik. Sama dengan negeri tirai bambu tersebut, di Indonesia, pemerintah telah menerapkan kantong plastik berbayar sejak 21 Februari 2016.

 

FAKTANYA:

- Masyarakat Indonesia menggunakan hampir 10 miliar lembar kantong plastik setiap tahunnya dalam satu dekade terakhir (Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).      

- Indonesia adalah negara kedua penghasil sampah plastik terbanyak di dunia setelah Tiongkok (Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum).

- Inggris dan Amerika Serikat telah memberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar. Di Inggris, orang yang ingin menggunakan kantong plastik harus membayar sebesar IDR1.000. Sementara di California, Amerika Serikat, penggunaan plastik sama sekali tidak diperbolehkan, baik sebagai tas atau pembungkus barang. Bagi yang melanggar peraturan ini akan dikenakan denda sebesar IDR 132.000.

MENGAPA KANTONG PLASTIK DILARANG? 

Inilah sejumlah fakta mengenai bahaya plastik bagi lingkungan, sehingga kita harus mulai mengurangi penggunaan kantong plastik.

- Untuk mendaur ulang plastik dibutuhkan waktu 500 hingga 1000 tahun. Jika dibiarkan, sampah-sampah plastik ini dapat mencemari dan merusak lingkungan. Sampah-sampah tersebut dapat terbawa aliran air dan menyumbat sungai serta danau. Ketika berinteraksi dengan air, plastik-plastik ini dapat membentuk bahan kimia yang berbahaya dan mencemari air bersih.

- Sampah-sampah tersebut bahkan bisa membahayakan nyawa kita dan mahkluk hidup lainnya karena terdapat banyak bahan-bahan berbahaya di dalamnya. Ada etilen oksida, xylene, dan benzene yang merupakan zat kimia berbahaya. Ada juga beberapa zat aditif, seperti phthalates, adipates, dan alkilfenol. Apabila sampah-sampah ini dikonsumsi oleh hewan laut maupun darat dapat menyebabkan kematian.

 

KURANGI PENGGUNAAN PLASTIK!

Cara-cara sederhana untuk mengurangi penggunaan kantong plastik:

- Membawa kantong atau tas kain sendiri saat berbelanja.
- Kalaupun memang harus memakai kantong plastik, gunakanlah plastik yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Contohnya kantong plastik yang terbuat dari singkong.
- Berbelanja secara online dapat mengurangi penggunaan plastik karena tak jarang barang dikemas dengan kardus atau kemasan berbahan dasar kertas. 
- Membawa botol minum atau tempat makan sendiri dari rumah.

 

Tips!
Untuk memulai gerakan anti kantong plastik, kita hanya perlu mengubah cara pandang dan kebiasaan menggunakan plastik. Dengan mendisiplinkan diri mengurangi pemakaian plastik, kita ikut ambil bagian menyelamatkan lingkungan hidup demi masa depan anak cucu serta generasi mendatang.